Tingkatkan Pendidikan Kepada Santri, Ulul Al-Bab dari Madrasah Jadi Pesantren Kampung

IMG 20240718 WA0041 1

SURABAYA, BIN-RI, Com – Guna untuk menngisi luang waktu putra dan putri dari ketergantungan Media Sosial (Medsos), Madrasah Ulul Albab di Nobatkan Menjadi Pesantren Kampung Ulul Albab, bertempat di Jalan Sidotopo Sekolahan, Kota Surabaya. Pada Kamis tanggal (18/7/2024) jam

Dalam penobatan Madrasah menjadi Pesantren Kampung tersebut, Manfaat dan tujuannya adalah:

Pertama mempermudah para santri yang akan meneruskan dari jenjang Pondok pesantren ke luar kota. Sehingga dalam segi  kegiatan dan rutinitas yang akan jauh dari orangtua nanti, mereka akan terbiasa dan tidak kaget.

Kedua, dalam segi pelajaran di pesantren kampung ini, santri usia kelas 3 Sekolah Dasar sudah mulai diperkenalkan dan diberikan pelajaran kitab Ala pesantren.

Ketiga, Santri yang belum mempunyai kesempatan, merasakan suasana dan ilmu pesantren akan di berikan pelajaran kitab gundul yang pada umumnya diajarkan di pondok pesantren. Seperti kitab, Tafsir Jalalain, kitab Riyadusshalihin, Ta’lim Mutaalim,  Safinatunnajah, syarah Aqidatul awam dan yang lainnya.

Tak hanya itu, Program ini diperuntukkan Bagi santri yang setara kelas V dan VI Sekolah dasar. di usia seperti ini, orang tua sudah sangat berkewajiban memerintahkan putra – putri nya untuk menegakkan shalat lima waktu bersama ilmu dan syarat rukunnya.

Bertepatan dengan acara rutinan pada malam Jum’at yakni, edisi Burdah, Ketua Pengurus KHoirul Anam Fadil atau yang akrab di panggil Abi oleh para santri, mengundang seluruh para wali Santri di sekitar wilayah  untuk menghadiri acara tersebut, guna menyamakan persepsi dan kerjasama dengan Pesantren.

“Program ini akan sangat menantang dibanding dengan pondok pesantren yang notabene santri dan orangtua sudah siap sepenuhnya pasrah kepada pengurus pondok. Sedangkan Program Pesantren Kampung ini akan ada tarik ulur tentang kedisiplinan yang mungkin akan dipengaruhi dari rumah sekolah dan lingkungan,” ujar Khoirul Anam.

Perlu diketahui bahwa, program ini tidak mukin seratus persen. Melainkan mereka setelah shalat subuh, belajar Al Quraan dan ngaji kitab kuning, mereka kembali kerumah untuk melakukan kegiatan belajar di sekolah, istirahat siang, makan dan mandi di rumah masing – masing.

Kemudian pada sore hari mereka kembali ke pesantren mengikuti kegiatan belajar mengajar, dzikir, shalat dan belajar pelajaran sekolah bersama teman-temannya. Pada jam 22:00, mereka harus istirahat guna menyimpan tenaga buat besok. Dengan kegiatan Shalat malam, shalat Subuh berjamaah dan begitu seterusnya.

Pada saat ini sebagian orang tua kadang mengalami kesulitan melarang anak untuk tidak pegang GEDGET. Nah… Disinilah kita berlakukan seperti pesantren yang lainnya, anak anak tidak diperbolehkan menggunakan Gedget. Itu semua demi masa depan mereka dan membantu orang tua dalam mendisiplinkan putra-putrinya.

Kepada Media BIN-RI.Com- Khoirul menambahkan, kegiatan rutinan Malam Jumat edisi Burdah, sekaligus penobatan Madrasah Menjadi Pesantren Kampung, untuk membantu untuk orang tua dalam mendidik putra – putrinya agar kelak bisa mandiri dan kepedulian ditengah masyarakat.

“Pesantren Kampung tidak Membenturkan jadwal sekolah. Pesantren Kampung Ulul Albab Mempersilahkan Santri beraktifitas di rumah, Sekolah, Tidur siang, makan, mandi di rumah. Pesantren Kampung Ulul Albab

hanya Membantu orang tua mendidikkan Kedisiplinan, Mandiri, Peduli Sosial ditengah Masyarakat serta Cakap mengerjakan Tugas Rumah seperti menyapu, masak, nyuci dll,” tutur Hoirul Anam.

Hoirul menambahkan, Pendidik Pesantren Kampung Madrasah Ulul Albab. Hanya bertugas mengabdi bukan bergaji. Keberhasilan dari didikan anak anak santri, Orang. tualah yang akan merasakan Besar dampaknya secara langsung dunia akhirat.

“Mari dukung Kegiatan Pesantren Kampung Madrasah Ulul Albab ini, semoga Anak anak kita menjadi generasi Mandiri dan berhasil Duni Akhirat Amin,” pungkas Khoirul Anam.