KKN Kelompok V STITAL Temukan Harta Karun Tersembunyi Di Desa Amparaan

IMG 20240826 WA00322

BANGKALAN, BIN-RI.Com – Dalam upaya menggali potensi Desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok V STITAL, menemukan harta karun tersembunyi di Desa Amparaan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Senin (26/08/2024).

Ketua Kordes KKN kelompok V, M. Tawwy mengatakan, yang dimaksud harta Karun desa tidak lain adalah budaya membatik yang ada di Desa Amparaan.

Sebab, setalah melakukan riset tidak banyak orang yang tahu bahwa masyarakat di desa tersebut bisa membatik.

Oleh karenanya, untuk mengenalkan dan melestarikan budaya yang ada di desa, perlu sebuah langkah yang efektif dan efesien cepat dikenal halayak umum.

“Baik itu dikenal oleh masyarakat di desa itu sendiri, maupun ke tingkat kabupaten, bahkan bisa nasional,” terangnya.

KKN Kelompok V STITAL Temukan Harta Karun Tersembunyi Di Desa Amparaan
KKN kelompok v stital dengan siswa

M. Tawwy, juga menyampaikan, Batik ialah salah satu Kebudayaan Tak Berbenda di Indonesia. Beberapa daerah memiliki ciri khas batik yang tentunya berbeda.

Semisal, Batik Pekalongan, Batik Solo, Batik Cirebon, Batik Yogyakarta. Di Pulau Garam sendiri, ada daerah penghasil batik seperti Tanjung Bumi yang sudah dikenal oleh di kancah Jawa timur.

“Namun, ternyata ada jenis batik tersembunyi yang jarang diketahui warga Madura, yakni  Batik Ampara’an. Batik yang berasal dari desa bagian selatan Kecamatan Kokop,” Ujar Tawwy.

Bahkan masyarakat di Desa Ampara’an masih banyak yang mengerjakan batik. Hal tersebut untuk menupang kebutuhan hidupnya alis bahan mata pencaharian nya melalui membatik.

 “Menemukan ‘hidden gems’ atau Permata Tersembunyi ini, Kami KKN Kelompok kelompok V STIT Al-Ibrohimy Bangkalan, berinisiatif mengenalkan ke khalayak ramai.  Langkah yang kami ambil dengan mengadakan acara Pelatihan sekaligus sosialisasi Ekonomi di SMK An-Noer pada hari Ahad, 25 Agustus 2024 kemarin,” Ungkapnya.

“Tujuannya diharapkan menjadi ladang pengenalan serta pelestarian kekayaan desa mereka, sehingga estafet ini tak berhenti,” Sambungnya.

Hadiri Husni menambahkan, bahwa program ini dijalankan agar dunia mengetahui bahwa Desa Ampara’an juga memiliki pelestarian batik khas. Selain itu, untuk mensosialisasikan batik kepada para pelajar Ampara’an.

“Bahkan tidak hanya itu, program ini juga merupakan pelatihan bidang ekonomi yang berdaya jual. Sehingga jiwa ekonomis pelajar bisa terlatih melalui batik khas yang dimilikinya,” Pungkasnya. (Hadiri/Mrf)